Rands Inc.

Tips Perawatan Wajah & Kecantikan ala Dinan

Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur Kuku

Apakah Anda pernah mendengar istilah jamur kuku ? atau Anda tidak sadar jika memiliki jamu kuku ? ya, jamur kuku memang pada awalnya sangat sulit dideteksi. Anda bisa melihatnya pada kuku Anda apakah ada warna putih atau kuning yang berupa titik-titik pada ujung kuku. Jika hal tersebut ada, Anda perlu mewaspadai jika tersebut adalah jamur kuku atau bahasa medisnya adalah onikomikosis.

Jamur Kuku dapat merusak kuku kita yang semula memiliki tekstur yang keras, bisa menjadi lembek dan akhirnya hancur. Jamur kuku sangat mengganggu penampilan Anda, apalagi jika sudah parah juga menimbulkan rasa sakit dan rasa gatal yang luar biasa sehingga bisa mengganggu kehidupan. Lalu sebenarnya apa penyebab dan cara mengatasi jamur kuku tersebut ?

Penyebab

Penyebab kuku Anda rusak adalah jamur kuku yaitu jenis jamur dematofit dan juga jamur Candida. Jamur-jamur ini menyukai iklim yang hangat dan lembap untuk berkembang biak. Jamur kuku ini biasanya menyerang pada daerah kuku kaki, jarang sekali terjadi pada kuku tangan. Hal ini disebabkan, banyak orang yang suka memakai sepatu tertutup yang akhirnya membuat kaki terasa hangat dan lembap dan menjadi tempat yang tepat bagi pertumbuhan jamur ini.

Selain karena keadaan kaki yang hangat dan lembap, namun juga ada faktor-faktor lain yang menyebabkan jamur kuku berkembang biak pada kuku kaki Anda. Jamur kuku juga senang saat keadaan kuku Anda sedang rusak, baik sobek atau ada sedikit patah. Celah tersebut lah yang menjadi sasaran utama para jamur yang ingin menyerang. Mereka menganggap celah tersebut merupakan tempat tinggalnya.

Selain itu, jika Anda memiliki penyakit diabetes atau masalah dalam kekebalan tubuh seperti autoimun atau HIV  juga bisa menyerang bagian kuku. Karena imun yang sangat lemah, tubuh tidak bisa menyerang berbagai zat asing yang menyerang tubuh. Jika Anda juga sering menggunakan kuku palsu atau cat kuku yang tidak meresap juga bisa menjadikan tempat yang pas untuk jamur karena kuku asli akan tertutup dan menjadi lembap dan juga menyerap zat berbahaya.

 Mencuci tangan dan kaki memang baik, namun jika berlebihan juga dapat membuat kuku menjadi lembap dan mudah ditumbuhi oleh jamur. Apalagi jika Anda menggunakan handuk pengering yang digunakan oleh banyak orang, risiko terkena jamur kuku akan lebih besar. Merokok juga dapat menyebabkan jamur kuku bisa berkembang di kaki Anda, merokok membuat suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat dan kurang berkualitas sehingga jamur bisa tumbuh dengan mudah.

Cara Mengatasi

Cara mengatasi jamur adalah dengan memberikan obat jamur. Jika jamur kuku sudah menyerang kuku Anda sampai tahap parah Anda harus membawanya ke dokter. Anda akan diberikan resep obat oral untuk mematikan jamur sampai ke akarnya. Selain secara oral, dokter juga akan memberikan obat secara topikal berupa salep, cat kuku anti jamur atau krim anti jamur yang dioleskan ke kuku yang berjamur.

Selain dengan menggunakan obat, Anda juga bisa mendapatkan pengobatan dengan cara mencabut kuku yang berjamur tersebut melalui operasi bedah minor. Kuku yang rusak akan dicabut dan membiarkan tumbuh kembali. Dengan seperti itu, kuku yang tumbuh akan lebih sehat. 

Selain dicabut, Anda juga bisa diterapi menggunakan terapi laser sehingga tidak perlu adanya suatu proses bedah walaupun hanya minor saja. Namun, di Indonesia penggunaan laser sebagai terapi jamur kuku masih sangat jarang terjadi karena keterbatasan alat dan mahalnya biaya terapi ini.

Walaupun jamur kuku terlihat seperti penyakit yang biasa-biasa saja, namun penyembuhannya sangat memerlukan waktu yang panjang dan sangat lama sehingga untuk mendapatkan kuku yang sehat kembali harus memerlukan beberapa tahun terlebih dahulu.

Pencegahan Kuku yang sehat seharusnya lebih dijaga agar tidak terkena jamur kuku, bahkan jika Anda pernah sembuh dari penyakit ini tidak menutup kemungkinan akan tumbuh kembali. Pencegahannya adalah dengan menghindari kuku agar tidak lembap, bisa dengan sering mengganti kaus kaki, tidak memotong kuku terlalu pendek, dan tidak menggunakan alas kaki.

dinan

dinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas